BPL HMI Cabang Padangsidimpuan
Selasa, 20 Desember 2016
Buka puasa bersama HMI Cabang Padangsidimpuan - Tapsel dengan HKTI Tapsel
MERAJUT KEBERSAMAAN UNTUK KEMAJUAN
Padangsidimpuan. 09/07 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia mengadakan buka
puasa bersam dengan Pengurus HMI Cabang Padangsidimpuan Tapsel Kamis, 09 Juli
2015.
Tempat : RM Himalaya. Siborang
Ketua Umum HMI Cbg Psp Tapsel Irham Bakti Pasaribu : Momentum ramadhan ini
sangat pas dijadikan sebagai ajang silaturrahim. Dan sebagai bagian dari
masyarakat, HMI menganggap penting melakukan komunikasi kordinasi
dan konsolidasi dengan pihak-pihak atau elemen-elemen yang ada di
masyarakat, agar bisa memberika kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan di
daerah Tapsel di semua lini kehidupan. Termasuk di bidang pemanfaatan SDA dan
pertanian.
Melalui puasa Ramadhan ini. kita dibimbing untuk berbagi dan mempererat
silaturrahim. Karena perubahan dan kemajuan akan lebih mudah terwujud dengan
semangat kebersamaan.
Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution. SP : Pembangunan dan
kesejahteraan rakyat akan sukses dengan merajut kebersamaan. Asemua elemen
harus dilibatkan dalam pembangunan apalagi elemen pemuda.
Dalam kesempatan tersebut yang menjadi topik diskusi adalah bahwa ke depan
penting sekali keterlibatan generasi muda dalam bidang pertanian, karena sangat
dikhawatirkan terjadi ubanisasi., maka menjadi sangat penting generasi muda
ikut andil agar pemanfaat sumber daya alam dan pertanian dapat mengalami
kemajuan,apalagi daerah kita mayoritas adalah hidup dari pertanian.
Turut hadir dalam kesempatan
itu pengurus HMI Abdi Paruntungan Sahrial Nst. Ikmal Fausi Lbs.
Amiruddin Laoli. Zulmiadi batubara dan beberapa kader HMI dan anggota HKTI
TapselMinggu, 11 Desember 2016
Selasa, 15 November 2016
AKSI MENYAMBUT RAMADHAN 1437 H
03 Juni 2016
Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk menyampaikan
kepada pihak pemko Padangsidimpuan dan kepolisian agar tegas dalam
menindak pihak pihak yang membuka tempat hiburan malam atau warung
warung makan selama bulan ramadhan. Demi menjaga kenyamanan dan
kekhusukan umat islam dalam beribadah puasa. Kegiatan ini juga merupakan
salah satu upaya HMI untuk menunjukkan bahwa organisasi ini peduli
terhadap umat.
Koordinator Lapangan ; Zulmiadi Batubara
Koordinator Aksi: Putra Julkipli Harahap
Aksi ini diikuti oleh seratusan lebih kader HMI. Turut hadir Ketua-ketua Umum HMI Komisariat yang berada di wilayah kerja HMI Cabang Padangsidimpuan.
A. Saukani (Tarbiyah IAIN)
Asmar Apandi Nasution (Lafran Pane IAIN)
Ali Kusbini (Tamari)
Epiandi Harahap (UGN)
Koordinator Aksi: Putra Julkipli Harahap
Aksi ini diikuti oleh seratusan lebih kader HMI. Turut hadir Ketua-ketua Umum HMI Komisariat yang berada di wilayah kerja HMI Cabang Padangsidimpuan.
A. Saukani (Tarbiyah IAIN)
Asmar Apandi Nasution (Lafran Pane IAIN)
Ali Kusbini (Tamari)
Epiandi Harahap (UGN)
Kamis, 10 November 2016
Rabu, 09 November 2016
Selasa, 08 November 2016
Pernyataan Sikap PB HMI (Pasca Aksi 411)
Assalamu'alaikum..wr..wb.
Salam perjuangan...
Alhamdulilah.. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menggerakkan ummat Islam Indonesia pada hari ini, sehingga semenjak pagi hari masyarakat berbondong-bondong datang ke istana negara.
Begitupun dengan kader Himpunan Mahasiswa Islam, generasi muda Islam yang tidak lepas dari perjuangan demi tegaknya keadilan.
Semula aksi berjalan dengan damai dan tertib, hanya ada keributan-keributan kecil sampai terdengar Adzan magrib. Namun kami menyayangkan adanya tidakan-tidakan dari provokator yang tidak bertanggungjawab, sehingga terjadi Chaos antara peserta aksi dengan aparat kepolisian, dan lebih mengecewakan lagi karena HMI dituduh sebagai dalang kericuhan dan sebagai provokator.
Oleh karena itu, atas nama Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) perlu kami sampaikan beberapa hal diantaranya:
1. Bahwa benar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama pada tanggal 4 November 2016.
2. Masa aksi dari HMI berada pada posisi paling depan sebelah kiri jalan merdeka barat.
3. Masa aksi HMI datang jam 13.30 sampai magrib berjalan tertib dan damai, dan kita shalat magrib berjamaah dijalan.
4. Sesuai kesepakatan aksi HMI akan menarik diri Bakda shalat magrib, namun karena posisi HMI berada dibarisan paling depan, membawa mobil komando dan 1 mobil Innova, maka tidak dimungkinkan untuk mundur. Sehingga kita duduk-duduk di sekitar mobil menunggu aksi selesai.
5. Masa aksi HMI hanya beratribut bendera kecil dengan tiang bambu belah sepanjang 1,2m sehingga tidak mungkin menjebol barikade polisi.
6. Bahwa tidak benar ada benturan aksi antara masa HMI dan masa FPI.
7. Kericuhan terjadi Bakda isya yang dipicu oleh masa yang tidak dikenal oleh kader HMI dari mana asalnya dan siapa pemimpinnya masuk di barisan depan masa HMI kemudian ribut dengan aparat sampai akhirnya aparat kepolisian menembakkan gas air mata. Selanjutnya Aksi masa HMI membubarkan diri ke belakang dan tidak kembali lagi ke depan istana. Dan setelah itu baru terjadi kebakaran yang kami tidak tahu siapa pelakunya dan apa yang terbakar.
8. Kami menyesalkan adanya kericuhan yang mewarnai aksi demonstrasi tanggal 4 November 2016.
9. Kami juga menyesalkan ucapan Kapolda Metro Jaya (Irjen. Irawan) yang menyatakan bahwa Kericuhan berasal dari HMI, dan HMI adalah provokator. Kami meminta Kapolda untuk melakukan klarifikasi dan minta maaf atas pernyataannya tersebut.
10. Kami mendukung usaha kepolisian untuk menyelidiki lebih jauh dan lebih teliti pihak-pihak yang memicu kericuhan hingga menciderai aksi damai.
11. Kami meminta seluruh kader HMI untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pemberitaan media yang menyudutkan HMI.
12. Sampai hari ini kami masih mendata jumlah total korban akibat terjadinya Chaos, sementara yang teridentifkasi berjumlah 5 orang.
13. Kami mengucapkan terima kasih kepada kader HMI dan seluruh ummat Islam yang telah melakukan aksi bersama tanggal 4 November 2016. Tetap jaga semangat perjuangan.
Billahitaufiq Wal Hidayah.
Wassalamualaikum..wr..wb.
Pengurus Besar
Himpunan Mahasiswa Islam
Mulyadi P. Tamsir (Ketua Umum)
Amijaya (sekretaris Jenderal)
Salam perjuangan...
Alhamdulilah.. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menggerakkan ummat Islam Indonesia pada hari ini, sehingga semenjak pagi hari masyarakat berbondong-bondong datang ke istana negara.
Begitupun dengan kader Himpunan Mahasiswa Islam, generasi muda Islam yang tidak lepas dari perjuangan demi tegaknya keadilan.
Semula aksi berjalan dengan damai dan tertib, hanya ada keributan-keributan kecil sampai terdengar Adzan magrib. Namun kami menyayangkan adanya tidakan-tidakan dari provokator yang tidak bertanggungjawab, sehingga terjadi Chaos antara peserta aksi dengan aparat kepolisian, dan lebih mengecewakan lagi karena HMI dituduh sebagai dalang kericuhan dan sebagai provokator.
Oleh karena itu, atas nama Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) perlu kami sampaikan beberapa hal diantaranya:
1. Bahwa benar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama pada tanggal 4 November 2016.
2. Masa aksi dari HMI berada pada posisi paling depan sebelah kiri jalan merdeka barat.
3. Masa aksi HMI datang jam 13.30 sampai magrib berjalan tertib dan damai, dan kita shalat magrib berjamaah dijalan.
4. Sesuai kesepakatan aksi HMI akan menarik diri Bakda shalat magrib, namun karena posisi HMI berada dibarisan paling depan, membawa mobil komando dan 1 mobil Innova, maka tidak dimungkinkan untuk mundur. Sehingga kita duduk-duduk di sekitar mobil menunggu aksi selesai.
5. Masa aksi HMI hanya beratribut bendera kecil dengan tiang bambu belah sepanjang 1,2m sehingga tidak mungkin menjebol barikade polisi.
6. Bahwa tidak benar ada benturan aksi antara masa HMI dan masa FPI.
7. Kericuhan terjadi Bakda isya yang dipicu oleh masa yang tidak dikenal oleh kader HMI dari mana asalnya dan siapa pemimpinnya masuk di barisan depan masa HMI kemudian ribut dengan aparat sampai akhirnya aparat kepolisian menembakkan gas air mata. Selanjutnya Aksi masa HMI membubarkan diri ke belakang dan tidak kembali lagi ke depan istana. Dan setelah itu baru terjadi kebakaran yang kami tidak tahu siapa pelakunya dan apa yang terbakar.
8. Kami menyesalkan adanya kericuhan yang mewarnai aksi demonstrasi tanggal 4 November 2016.
9. Kami juga menyesalkan ucapan Kapolda Metro Jaya (Irjen. Irawan) yang menyatakan bahwa Kericuhan berasal dari HMI, dan HMI adalah provokator. Kami meminta Kapolda untuk melakukan klarifikasi dan minta maaf atas pernyataannya tersebut.
10. Kami mendukung usaha kepolisian untuk menyelidiki lebih jauh dan lebih teliti pihak-pihak yang memicu kericuhan hingga menciderai aksi damai.
11. Kami meminta seluruh kader HMI untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pemberitaan media yang menyudutkan HMI.
12. Sampai hari ini kami masih mendata jumlah total korban akibat terjadinya Chaos, sementara yang teridentifkasi berjumlah 5 orang.
13. Kami mengucapkan terima kasih kepada kader HMI dan seluruh ummat Islam yang telah melakukan aksi bersama tanggal 4 November 2016. Tetap jaga semangat perjuangan.
Billahitaufiq Wal Hidayah.
Wassalamualaikum..wr..wb.
Pengurus Besar
Himpunan Mahasiswa Islam
Mulyadi P. Tamsir (Ketua Umum)
Amijaya (sekretaris Jenderal)
Kamis, 27 Oktober 2016
AKSI "TANGKAP AHOK PENISTA AGAMA" (lanjutan)
PEMERIKSAAN PELAPOR DAN SAKSI DI SATRESKRIM POLRESTA PADANGSIDIMPUAN
Rabu, 26 Oktober 2016
Pelapor : Muhammad Asroi Hasibuan (Tokoh Agama Psp/Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan Periode 2004-2005)
Saksi : Irham Bakti Pasaribu (Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan Periode 2015-2016)
Saksi : Ganti Tua Siregar (Tokoh Agama Kota Padangsidimpuan)
Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=631785450316982&set=a.583035441858650.1073741834.100004565978890&type=3&theater
Rabu, 26 Oktober 2016
Pelapor : Muhammad Asroi Hasibuan (Tokoh Agama Psp/Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan Periode 2004-2005)
Saksi : Irham Bakti Pasaribu (Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan Periode 2015-2016)
Saksi : Ganti Tua Siregar (Tokoh Agama Kota Padangsidimpuan)
Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=631785450316982&set=a.583035441858650.1073741834.100004565978890&type=3&theater
AKSI BERSAMA "CIPAYUNG PLUS" EVALUASI 2 TAHUN KINERJA JOKOWI - JK
Mahasiswa Padangsidimpuan Demo
21 Oktober, 2016
Suasana Aksi Gabungan HMI, PMII Dan GMKI Di Depan Pos Polisi
Kota P. Sidimpuan. ( Repro/WSP/Mohot Lubis/B
*Dua Tahun Pemerintahan Jokowi -JK
P. SIDIMPUAN ( Berita ) : Ratusan
mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Kamis (20/10) melakukan aksi
unjukrasa di depan Pos Polisi Kota P. Sidimpuan, menuntut pemerintahan Jokowi –
JK segera dievaluasi.
Mahasiswa yang menamakan dirinya
aksi gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang P. Sidimpuan,
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) P. Sidimpuan, Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM) P. Sidimpuan dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
P. Sidimpuan melakukan aksi sekira pukul 11.15.
Dengan membawa sejumlah poster dan
spanduk, mahasiswa mendesak pemerintah untuk memberantas spekulan dan mafia perdagangan
karena hal inilah diduga sebagai penyebab ekonomi rakyat tak bisa bangkit.
“Konsep pembangunan harus pro-rakyat, mafia harus diberantas agar kedaulatan
pangan dapat terwujud,” kata ketua HMI P. Sidimpuan, Irham Bhakti Pasaribu.
Dedi S Hutabarat, koordinator aksi
dari PMII menegaskan ada sepuluh poin yang perlu dilakukan evaluasi terhadap
kepemimpinan Jokowi-JK, mulai dari pembangunan nasional, pertahanan dan
keamanan hingga masalah hukum dan ekonomi.
“Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK,
ternyata utang Indonesia di luar negeri meningkat drastis dan ekonomi
masyarakat makin terpuruk. Ini membuktikan sejumlah program pemerintah tidak
benar-benar pro rakyat,” jelas Dedi.
Albariarul Khoir, koordinator IMM
dan koordinator GMKI Julih Zega mengungkapkan aksi tersebut merupakan bagian
dari aksi nasional dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK.
Honorer
Sedikitnya 60 mahasiswa tergabung
dalam PMII Padanglawas, Kamis (20/10), melakukan unjukrasa di tiga titik
tentang evaluasi dua tahun pemerintahan Jokowi-JK.
Aksi pertama dilakukan di Lapangan
Merdeka Sibuhuan, kemudian di DPRD Palas dan di depan Kejaksaan Negeri
Padangsidimpuan Cabang Sibuhuan. Di gedung DPRD Palas mereka disambut Wakil
ketua DPRD M Dayan Hasibuan, anggota DPRD Fadelli Hasibuan dan Arfanurhakim
Daulay.
Dalam aksi yang dikawal aparat
Polres Tapsel bersama Polsek Barumun itu, PC PMII Palas minta ketua lembaga
legislatif beserta anggota agar mengagendakan paripurna pembentukan panitia
khusus tentang kesejahteraan tenaga honorer di daerah itu.
Ketua Umum PMII Palas Kadir Nasution
yang dijumpai usai melakukan aksi mengatakan unjukrasa tindaklanjut dari
Simposium Nasional kelompok Cipayung terdiri dari HMI, PMII, GMKI GMNI dan
organisasi mahasiswa lainnya. (WSP/cml/c02/a34/J)
Sumber :
http://beritasore.com/2016/10/21/mahasiswa-padangsidimpuan-demo/
Selasa, 18 Oktober 2016
PELANTIKAN BADKO HMI SUMATERA UTARA
Medan; 15 Oktober 2016
Selamat dan sukses
Selamat menjalankan amanah, saudara/i Pengurus Badko HMI Sumatera Utara Periode 2016-2018
Semoga dimudahkan Allah SWT dalam segala aktivitas kepengurusan. Amin
Selamat menjalankan amanah, saudara/i Pengurus Badko HMI Sumatera Utara Periode 2016-2018
Semoga dimudahkan Allah SWT dalam segala aktivitas kepengurusan. Amin
Kami bangga, pengurus yang dilantik ada kader dari HMI cabang Padangsidimpuan
Bendahara Umum Kohati Badko HMI Sumut; Ramadani Nasution (Ketum KOHATI Cbg Psp)
Rahmat Kurniawan Siregar (Ketum BPL HMI Cbg Psp)
Zulfadli Nasution (Instruktur Senior HMI Cbg Psp/Kabid PAO Cabang Periode 2013-2014)
PERNYATAAN SIKAP HMI CABANG PADANGSIDIMPUAN ATAS KEJADIAN KONFLIK SARA DI PERBATASAN TAPSEL - MADINA
21 September 2016
Pernyataan Sikap:
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padangsidimpuan, menyatakan sikap sebagai berikut:
- Kami mengecam tindakan penistaan agama yang mengakibatkan konflik bahkan peperangan antar warga Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal
- Kami meminta kepada pihak kepolisian agar lebih serius dan tegas memproses kasus ini. Jangan sampai menimbulkan kasus baru.
- KAMI MEMINTA PIHAK Polri MEMPROSES DAN MENINDAK TEGAS OKNUM Polri yang terlalu represif mengahadapi massa yang mengakibatkan 5 warga tertembak.
- Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mau memecah belah persaudaraa dan jangan terlalu represif menghadapinya.
- Mari kita jaga kekondusifan.
Pengurus HMI Cabang Padangsidimpuan
Irham B. Pasaribu (Ketua Umum), Zulpan Efendi Rambe (Sekretaris Umum), Abdi Paruntungan Hasibuan (Bendahara Umum)
Irham B. Pasaribu (Ketua Umum), Zulpan Efendi Rambe (Sekretaris Umum), Abdi Paruntungan Hasibuan (Bendahara Umum)
Langganan:
Komentar (Atom)


















































